Ask Riot: Skin Victorious Dan Hal Lainnya

Ranked ARAM, Battle Royale, Skin, dan telur.


Sulit untuk mengikuti setiap edisi Ask Riot, jadi minggu ini, kami merangkum pertanyaan yang paling sering ditemui, paling banyak dibicarakan, dan yang paling menarik di tahun ini.

 


 

Q: Apakah Riot Games akan mengikuti tren terbaru dan menambahkan mode Battle Royale? Kurasa untuk Game di tahun 2018, kalian harus punya semacam mode Battle Royale.

 

Jadi begini, kami saat ini saja masih kesulitan mengerjakan Hexakill. Saya tidak yakin bisa memasukkan 100 atau lebih Champ ke dalam Game tanpa memerlukan upaya pengerjaan yang sangat-sangat besar. Kami ingin tingkat pengerjaan yang dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yang sangat menyenangkan.

Akan tetapi, ada beberapa bagian dari Battle Royale yang menurut kami akan bagus jika dibawa ke dalam League. Contohnya, ekspektasi kalian mungkin tidak akan menang—mungkin kalian akan kalah—itu sepertinya elemen yang bagus. Dalam League, secara statistik menunjukkan jika Matchmaking berjalan baik, kalian akan kalah sekitar separuh pertandingan yang kalian lakukan. Kami suka jika ada Game Mode di mana kalian dapat melakukan hal-hal gila, dan melawan tim musuh, tapi bentuk apa pun itu nantinya tidak bisa dalam mode Battle Royale.

 

GHOSTCRAWLER

Design Director, League of Legends


 

Q: Metode atau kriteria apa yang kalian gunakan untuk memilih Champion yang mendapat Skin Victorious setiap tahunnya?

Kami mulai melihat beberapa pilihan untuk Victorious Skin di musim semi. Membuat skin apa pun membutuhkan waktu, tapi Victorious Skin juga sedikit diperlihatkan sebulan sebelum perilisannya. Dengan begitu, kami harus membuat rencana ke depannya untuk Victorious skin, terutama dibandingkan skin biasa.

Untuk memulainya, kami melihat Champion yang menghasilkan dampak besar di ranah kompetitif di tahun itu—itu diambil dari permainan Ranked dan Pro. Setelah mendapatkan beberapa Champ potensial, kami mempersempit daftar itu dengan cara menyingkirkan Champion yang:

 

  • Sudah memiliki Skin Victorious, Championship, atau Conqueror. Kami tidak menginginkan Conqueror dan Victorious Karma di tahun yang sama, atau Victorious Elise 2.0.
  • Bermain di Role yang sama seperti Skin Victorious sebelumnya. Karena di Season sebelumnya sudah dipilih Top Laner, kami akan menghindari Champ Top di tahun ini.
  • Memiliki Skin lain yang akan segera dirilis. Kami ingin memperluas konten Skin dari seluruh Champion pool daripada merilis Skin yang sama untuk satu Champ secara bersamaan.
  • Memiliki sedikit skin. Karena Skin Victorious tidak bisa dimiliki semua pemain, kami tidak ingin Skin itu menjadi satu satunya Skin yang didapatkan Champ favorit Anda.
  • Akan segera mendapatkan rework. Pastinya ini keiteria yang tersulit karena keseimbangan sulit didapatkan dan kami mencoba memprediksi situasi permainan enam bulan ke depan.

 

IAMWALRUS

Designer, Competitive


 

Q: Dengan sistem Ranked yang baru di tahun baru, apa kalian berpikir untuk memasang Ranked untuk mode ARAM juga? Pasti keren jika bisa mengatakan, “Lihat, pemain ini jago di mode ini.”

ARAM itu monster yang aneh. Jika Anda membayangkan pertandingan SR atau bahkan TT, harapannya adalah skill individual Anda akan berdampak besar untuk hasil pertandingna. Akan tetapi ada faktor lain yang ikut berpengaruh, termasuk hal-hal seperti efek acak siapa teman tim Anda dan sebaik apa tim kalian. Dalam mode ARAM, “faktor lainnya” itu sangat berdampak besar pada tingkat kesuksesan karena Champion yang Anda dan pemain dapatkan akan sangat berpengaruh pada hasil pertandingan. Itulah bagian ARAM yang dianggap penggemar ARAM sangat menyenangkan—kalian tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi.

Selain itu, kami tidak terlalu memberi penyeimbangan pada Champion di ARAM dibandingkan pada mode SR. Faktor fokus juga dipertitungkan. Kami menganggap SR sebagai bagian utama pengalaman bermain League of Legends dan kami sangat meluangkan upaya kami untuk menyeimbangkannya. Tapi itu juga diakibatkan dalam mode ARAM, entah kalian berhasil atau gagal seringkali di luar kendali kalian, jadi meski mendapatkan tingkat keseimbangan tinggi kami hanya mempu sedikit meningkatkan mode itu.

Akibat dua alasan tersebut, kami khawatir Ranked ARAM hanya meminta pemain lebih menganggap serius ARAM, dan hal itu akan sangat memberatkan pengalaman keseruannya. Keinginan melakukan Dodge pasti akan sangat meningkat.

Akan tetapi, meski kami sangat meluangkan waktu meningkatkan pengalaman Ranked di tahun ini, satu pertanyaan yang terus kami jelajahi di kedepannya nanti adalah apakah League perlu memiliki kesan kemajuan untuk pemain yang tidak sering bermain di Ranked. Meski kini level tidak memiliki batas, dan kami memiliki fitur seperti Champion Mastery, secara keseluruhan tidak banyak yang bisa difokuskan pemain yang banyak bermain Normal (termasuk ARAM). Mereka tidak memiliki perjalanan seperti yang dimiliki pemain Ranked untuk dijadikan target di akhir musim. Mungkin itu bukan masalah—mungkin pemain Normal tidak membutuhkan dan tidak mencari target akhir. Tapi hal-hal yang kami dengar seperti ARAM kompetitif (atau “lihat, pemain ini jago di mode ini” dari pertanyaan di atas) mungkin menunjukkan beberapa pemain menginginkan hal itu.

 

GHOSTCRAWLER

Design Director, League of Legends


 

Q: Sesering apa kalian mendesain Skin sebagai How often do you design skins as “Ayo buat Skin Super Galaxy baru” dibandingkan “Ayo buat Skin Darius baru,” Contohnya? Apakah lebih sering salah satunya dibandingkan yang lainnya?

Dahulu, strategi kami lebih mendekati, “Ayo buat Skin Darius baru, mau buat apa nih?” Tapi setelah kami menyadari banyak sekali pemain yang menyukai Skin dalam tema, dan kami juga bisa menggunakan tema itu untuk event yang lebih besar di League, tentunya kami beralih ke arah yang berbeda. Strateginya berubah menjadi, “Mungkin pemain lebih suka event VS di tahun ini DAN dua Skin Legendary bersamaan dengan event itu, Champ mana yang akan sesuai?”

Tetap saja, seringkali kami melihat Champ yang ingin kami buatkan Skin terjebak dengan kedua strategi itu. Kurasa Skin terbaru Galio, Illaoi, dan Shen adalah contohnya. Meski Galio sudah lama tidak mendapatkan Skin, kami merasa bisa memberinya Skin lucu untuk event April Fool (tema Skin lucu) karena dia memiliki cukup banyak Skin yang serius dalam katalognya. Sedangkan untuk Illaoi, dia Champion yang sudah lama tidak mendapat Skin sejak perilisannya. Meski kami menyukai ide komunitas tentang “Penjual Mobil Bekas Illaoi,” kami merasa Skin pertamanya sejak perilisan jika jatuh pada teman troll akan mengecewakan bagi pemain yang telah menunggu lama. Untuknya, strategi itu menjadi , “Tema apa yang sesuai untuk Illaoi, bukannya tema apa di tahun ini?” Kemudian, seperti kalian tahu, voting komunitas dilakukan.

Dan terkadang, semesta mendukung. Shen sudah lama sekali tidak mendapatkan Skin dan kami menemukan tempat yang menarik untuknya di Pulsefire universe sebagai bagian dari skin tema di tahun ini.

Jadi… semua jawaban di atas untuk menjawab 'keduanya'? Tergantung? 70% “layo buat skin baru <nama tema> untuk Darius,” dan 30% “Ayo buat skin baru Darius.” Tapi, jangan kutip matematika yang saya sebutkan tadi ya.  : )

 

P.S. Skin berikutnya untuk Aurelion Sol dan Urgot untuk beberapa bulan ke depan termasuk ke masing-masing strategi itu.

 

SUPERCAKES

Product Manager


 

Q: Apa kalian akan membuat game mode berdasarkan Patch lama League? Seperti SR Season dua, dengan Champ dan Item yang ada di masa itu?

Kami melakukan hal itu di serangkaian Playtest internal, karena kami ingin merasakan sendiri hal-hal seperti pengaturan Counterplay yang terasa berbeda di beberapa tahun lalu. Sayangnya, kami tidak bisa menjalankan Build lama dengan mudah karena begitu banyaknya konten dan kode yang telah berubah.

Kami tidak bisa mengambil data lama dan berharap Engine Game saat ini dapat sesuai dengannya. Kami mungkin bisa melakukannya jika memiliki banyak Engineer pintar untuk mewujudkannya, tapi kemudian mereka tidak akan mengerjakan fitur lain yang mungkin lebih berharga dan bisa kalian gunakan untuk jangka panjang. Akan tetapi, kami bisa saja memakai desainer untuk membuat versi Champ saat ini yang mencoba meniru data lama (Ability Season Dua, item, penyesuaian, dll.) tapi itu akan sangat menyusahkan dan hanya akan terasa menyenangkan untuk beberapa pertandingan saja. Dengan kata lain, peluang biaya pengerjaan itu mungkin akan sangat mahal.

Jadi, secara filosofisnya kami tidak menolak ide pemain mencoba versi lama LoL, dan itu mungkin menyenangkan untuk jangka pendek (karena kami akan perubahan yang kami lakukan di Season Tiga, Empat, dan Lima maisih ada sampai sekarang), tapi kemungkinan besarnya pengerjaan itu tidak sepadan dengan upaya yang diperlukan.

 

GHOSTCRAWLER

Design Director, League of Legends

 


 

Q: Apakah Xayah bertelur?

 

Nope.

 

WAAAARGHBOBO

Narrative Writer


Terima kasih sudah membaca Ask Riot minggu ini. Kalian punya pertanyaan juga?

Category: Berita Terkini
8 DAYS AGO